Bupati Subang Ojang Sohandi berjanji akan meningkatkan Pendapatan
Asli Daerah (PAD) dengan menggenjot pemasukan dari sektor Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD)
"Salah satu upaya untuk menaikan APBD, ya, kita akan meningkatkan juga PAD Subang dibeberapa BUMD," kata bupati Subang Ojang Sohandi, dalam rapat paripurna DPRD Subang dan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap R APBD tahun 2014 dan pembentukan pansus di gendung DPRD Subang, Rabu (13/11/2013).
Menurut Ojang, potensi terbesar PAD adalah dengan mengoptimalkan BUMD yang dimiliki Subang. Salah satu langkah yang akan ditempuh Bupati adalah dengan evaluasi BUMD. "Banyak yang harus dievaluasi, tidak terkecuali PT Sari Ater. Kita akan melakukan evaluasi ulang terhadap BUMD tersebut," tuturnya.
Dibagian lain, dalam APBD 2014, Bupati menyuntik Dinas Pendidikan (Disdik) sebesar Rp30,7 miliar. Ini salah satunya untuk merealisasikan program pendidikan gratis, atau Program bantuan operasional sekolah daerah (Bosda). "Ditambah pengadaan prasarana pengadaan sarana penunjang pendidikan lainnya yang ditempatkan pada SKPD dinas pendidikan," tambahnya.
Sedangkan untuk menanggulangi gizi buruk melalu program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp550 juta dan program perbaikan gizi masyarakat Rp1,480 miliar yang akan ditempatkan pada SKPD dinas kesehatan dan penguatan kelembagaan pos yandu sebesar Rp437 juta yang ditempatkan di SKPD BPM-KB.
Terkait dengan kondisi masyarakat miskin, pemerintah akan melakukan beberapa upaya antara lain dengan menggulirkan beasisiwa miskin sebesar Rp3,5 miliar, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja sebesar Rp813 juta, program peningkatan kesempatan kerja Rp180 juta, Program penciptaan iklim UKM yang kindusif Rp365 juta, program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM Rp615 juta dan program pengembangan sistem prndukung usaha bagi UMKM Rp697,382.000.
Sumber : Tinta Hijau
"Salah satu upaya untuk menaikan APBD, ya, kita akan meningkatkan juga PAD Subang dibeberapa BUMD," kata bupati Subang Ojang Sohandi, dalam rapat paripurna DPRD Subang dan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap R APBD tahun 2014 dan pembentukan pansus di gendung DPRD Subang, Rabu (13/11/2013).
Menurut Ojang, potensi terbesar PAD adalah dengan mengoptimalkan BUMD yang dimiliki Subang. Salah satu langkah yang akan ditempuh Bupati adalah dengan evaluasi BUMD. "Banyak yang harus dievaluasi, tidak terkecuali PT Sari Ater. Kita akan melakukan evaluasi ulang terhadap BUMD tersebut," tuturnya.
Dibagian lain, dalam APBD 2014, Bupati menyuntik Dinas Pendidikan (Disdik) sebesar Rp30,7 miliar. Ini salah satunya untuk merealisasikan program pendidikan gratis, atau Program bantuan operasional sekolah daerah (Bosda). "Ditambah pengadaan prasarana pengadaan sarana penunjang pendidikan lainnya yang ditempatkan pada SKPD dinas pendidikan," tambahnya.
Sedangkan untuk menanggulangi gizi buruk melalu program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp550 juta dan program perbaikan gizi masyarakat Rp1,480 miliar yang akan ditempatkan pada SKPD dinas kesehatan dan penguatan kelembagaan pos yandu sebesar Rp437 juta yang ditempatkan di SKPD BPM-KB.
Terkait dengan kondisi masyarakat miskin, pemerintah akan melakukan beberapa upaya antara lain dengan menggulirkan beasisiwa miskin sebesar Rp3,5 miliar, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja sebesar Rp813 juta, program peningkatan kesempatan kerja Rp180 juta, Program penciptaan iklim UKM yang kindusif Rp365 juta, program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM Rp615 juta dan program pengembangan sistem prndukung usaha bagi UMKM Rp697,382.000.
Sumber : Tinta Hijau
